Minggu, 30 September 2018

Bunda Sebagai Agen Perubahan

36. Qonita, Serang

"Satu orang ibu dapat mencetak 1 generasi"
Yuppp..betul sekali pepatah tersebut..
Karena selain melahirkan tp tugas pkk penting seorang ibu adalah mendidik anak2nya.. Dari didikan itulah d cetak generasi2 penerus yg baik maupun buruk..seorang ibu adalah penentu baik buruknya sebuah generasi..maka seorang ibu harus membuat agen perubahan untuk mencetak generasi2 yg sukses dunia maupun akhirat.. Seorang ibu harus memiliki visi misi dalam hidupnya..

Sebagai seorang bunda yang telah d karuniai 2 anak jagoan dan seorang bunda yg bekerja d ranah publik..merupakan bkn hal yang mudah untuk mencapai visi misi hidup..
Saya ingin walaupun bekerja d ranah publik tapi anak2 saya dpt d didik menjadi anak2 sholeh, anak2 baik, anak2 cerdas, anak2 dpt berguna bagi agama dan lingkungan sekitar..

Masih  perlu belajar banyak tentang mendidik anak, terutama sebagai bunda yg dpt membawa perubahan..bunda sebagai pencetak generasi penerus yg sukses dunia akhirat..sebelum saya membawa perubahan2 itu d lingkungan sekitar, saya harus membuat perubahan itu terlebih dahulu dlm keluarga saya..

Saya memiliki tekad..suatu saat saya harus resign dari pekerjaan saya d ranah publik dan saya bisa fokus dlm mendidik anak2 saya, tetapi tetap produktif d ranah domestik..

Ketika kmrn saya meyebutkan saya tertarik akan dunia crafting dan saya akan menjadikan kegiatan tersebut sebagai kegiatan produktif ketika saya resign dr pekerjaan saya d ranah publik..ad suatu ide dlm diri saya utk mengajak lingkungan sktr rmh agar tetap produktif wlpun mereka sebagai IRT..

Empati + Passion = Social Venture

Minat, ketertarikan : Membuat crafting, exp: mahar dan seserahan pernikahan
Skill, hard, soft : Crafting kreatif--> kreatif, ulet, percaya diri, tekun
Isu Masyarakat : banyak IRT yg tdk produktif, bnyk ibu2 yg nongkrong hanya utk bergosip dll.
Masyarakat : Ibu2 dan Remaja
Ide Sosial : Dapat produktif walaupun d ranah domestik

#MIIPBatch6
#NHW9
#IbuProfesionalKebanggaanKeluarga

Minggu, 23 September 2018

Misi Hidup dan Produktivitas

36. Qonita-Serang

Aktivitas yg saya suka dan saya bisa dlm kuadran aktivitas?
Ya..Kmrn saya mencantumkan "crafting"..
Mengapa? Karena saya senang berkreasi dan berbau2 desain.. Namun mgkn saya salah mencantumkannya d kuadran tersebut krna saya berfikir kmbli..memang saya suka namun kadang saya terbentur dg pekerjaan saya d ranah publik..tapi jg saya berfikir, suatu saat saya ingin ini mnjadi aktivitas saya ketika saya resign dari pekerjaan saya..

Sebelum ikt MIIP ini saya pernah memiliki party  planner dg tmn2 walaupun br d lingkungan sndiri..tp krna kesibukan msg2 dr qt dan marketing yg krg akhirnya party planner kami vacum..
Saya juga senang dg mendesain mahar pernikahan..bbrp kali saya membuat utk adik dan saudara..t.masuk ketika saya menikahpun..saya yg mendesain sndiri mahar saya 😁😁

Memang akrivitas crafting ini skrg bukan menjadi rutinitas saya stiap hr atau minggunya..namun saya ingin suatu saat ini akan menjadi aktivitas saya utk mencari kemuliaan..
Kemuliaan? Ya..mencari kemuliaan..saya ingin ttp berproduktif namun tdk harus dg bekerja d ranah publik yg notabene hrs meninggalkan anak2 saya d rmh..saya ingin ttp berproduktif tetapi d rmh dengan tetap merawat dan membesarkan anak2 dg tangan saya sndiri..

Mental saya untuk ttp fokus pd aktivitas crafting ini yaitu "berubah atau kalah" dan sikap saya juga harus "konsisten dan fokus". Jika saya sdh bisa fokus dan berproduktif dg crafting..berarti saya tdk harus bekerja d ranah domestik dan mencari kemuliaan dr rmh sndiri..

Harapan utk berproduktif dr crafting yaitu saya bisa mencari kemuliaan saya yang slama ini bs dibilang saya tinggalkan.. Ya..suami dan anak2 saya..mereka adalah sumber kemuliaan saya..
Tetap berproduktif walaupun bkn d ranah publik..
Mdh2an harapan ini akan cepat terwujud dg kekonsistenan saya..agar kemuliaan saya pun cpt saya raih..aamiin..

Berubah atau Kalah !!

#NHW8
#MIIPBatch6
#IbuProfesionalKebanggaanKeluarga
#Berubahataukalah

Minggu, 16 September 2018

Tahapan Menuju Bunda Produktif

36. Qonita, Serang-Banten

30 tahun bukan waktu yang sebentar untuk menemukan jati diri kita sendiri. Apakah yang sudah dilakukan selama ini sudah sesuai dengan kemampuan dari dalam diri sendiri? Apakah pekerjaan saat ini sudah sesuai dengan bakat saya? Dan untuk menjawab itu semua dan dalam menuju tahapan bunda produktif saya menggunakan www.temubakat.com untuk mengetahui bakat saya yang sesungguhnya.

Dari temubakat tersebut saya menemukan hasilnya, yaitu
 
Dari hasil tersebut saya flash back dan memang hampir 100% hasilnya tersebut sesuai dengan apa yang ada dalam diri saya.
Dari temubakatpun dihasilkan potensi kekuatan dan kelemahan saya dan hasilnya...
Potensi kekuatan saya :
1. Administrator
2. Analyst
3. Explorer
4. Mediator
5. Server
6. Startegist
7. Visionary
Potensi kelemahan saya:
1. Commander
2. Creator
3. Marketer
4. Operator
5. Producer
6. Seller

Kuadran aktivitas:
Kuadran 1 : Aktivitas yang anda SUKA dan anda BISA
--> saya suka dengan aktifitas yg berkaitan dg crafting, dan saya bisa melakukannya d waktu senggang.
Kuadran 2 : Aktivitas yang anda SUKA tetapi andaTIDAK BISA
--> saya senang berniaga tetapi saya tidak bisa dalam urusan marketing
--> saya senang menghabiskan waktu menjadi full mother tetapi saya tidak bisa karena harus bekerja di ranah domestik
Kuadran 3 : Aktivitas yang anda TIDAK SUKA tetapi anda BISA
--> sebenarnya saya tidak suka mengajar tetapi saya dituntut oleh profesi (dosen) untuk bisa mengajar
Kuadran 4: Aktivitas yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA
--> saya paling tidak suka dan tidak bisa jika dipaksa untuk membaca dan menghafalnya

#MIIPBatch6
#NHW7
#IbuProfesionalKebanggaanKeluarga

Sabtu, 01 September 2018

Belajar Bagaimana Caranya Belajar

36. Qonita, Serang-Banten

Mengenai bagaimana cara belajar, saya termasuk ke dalam orang yg cara belajarnya dg visual. Saya tdk suka dengan membaca ataupun hanya sekedar mendengarkan. Saya lebih suka dg mempraktekannya langsung, karena bagi saya dg melihat, saya akan lebih cepat mengingatnya d bandingkan dg harus membaca atau mendengarkan. Dan kalaupun harus membaca saya harus membuatnya ke dalam maind mapping dan di beri warna warni agar saya suka. Tetapi saya juga termasuk ke dalam orang yg jika belajar tdk suka dg kebisingan, saya bisa lebih fokus belajar dan menyerap ilmu2 yang memang harus saya pelajari dg membaca atau menghafalnya yaitu saat d sepertiga malam, ketika orang2 sedang tertidur lelap tetapi saya bangun utk belajar.

Sejak awal saya duduk d bangku sekolah, saya tdk suka dg pelajaran yg bnyk membaca dan menghafal, saya lebih suka dg hitung menghitung. Ketika SMA pun saya lebih memilih utk masuk jurusan IPA d bandingkan dg IPS.
Hingga saat itu saya memiliki cita2 utk menjadi dokter, karena saya berfikir kalau masuk kuliah kedokteran akan lebih banyak prakteknya d bandingkan dg teori, namun qodratullah saya masuk kuliah d jurusan kebidanan yang hingga saat ini menjadi profesi saya yaitu menjadi dosen d kebidanan.
Profesi dosen menuntut saya utk bnyk membaca dan hal itu yg mgkn membuat saya terus harus belajar agar saya menjadi suka akan membaca dg segala cara yg saya miliki dan sukai.

Memang benar apa yg dikatakan dlm materi 5 MIIP "Membuat BISA itu mudah, namun membuat SUKA itu yang sulit".

Dalam hal mendidik anak, memang msh bnyk sekali ilmu yg blm saya ketahui. Maka dari itu saya akan terus belajar tentang ilmu mendidik anak dg gaya belajar yg saya miliki.
Setelah saya mengetahui bgmana saya harus belajar ilmu dalam mendidik anak, saya jg harus menyelaraskan antara gaya belajar saya dg anak2, karena jujur anak sulung saya lebih ke dalam gaya belajar kinistetik, dia lebih suka belajar dg bnyk gerak, makannya saya memasukkan dia sekolah TK pun k sekolahan yg gaya belajarnya tdk monoton hanya duduk diam duduk mendengarkan apa yg d ajarkan oleh gurunya. Namun tetap saja guru pertama bagi anak ialah ibu nya, maka dari itu saya harus dapat menyelaraskan antara gaya belajar saya dan gaya belajar mereka anak2 saya.

#NHW5
#MIIPBatch6
#IbuProfesionalKebanggaanKeluarga

Minggu, 26 Agustus 2018

Mendidik dengan Kekuatan Fitrah

36. Qonita, Serang-Banten

Dari minggu ke minggu belajar di Institut Ibu Profesional dan belajar dari orang2 yg menurut sya memang luar biasa..saya semakin mulai memahami apa peran saya saat ini sebagai seorang istri, ibu dan d lingkungan sktr..saya juga mulai memahami kenapa Allah tempat saya d posisi saya skrg ini.. Dan akhirnya saya juga harus mulai menentukan jurusan dan ilmu2 apa yang harus saya capai di dlm universitas kehidupan ini..

Dalam NHW#1 saya menulisakan bahwa jurusan sabar dan ikhlas yang ingin saya tekuni dalam universitas kehidupan..yang akhirnya tujuan saya adalah menjadi ibu yang profesional yang menjadi kebanggaan keluarga terutama untuk anak2 saya..saya ingin kelak nanti anak2 saya bangga memiliki bunda sprti saya..
Mungkin sbnrnya jurusan yang tepat untuk saya sesuai tujuan saya yaitu jurusan "ibu profesional" yg d dalamnya saya menekuni ilmu sabar dan ikhlas..

Dalam NHW#2, saya juga menuliskan bbrp indikator yg harus saya lakukan agar saya lulus dalam jurusan di universitan kehidupan yang sdh saya tuju.. Namun sampai saat ini saya akui memang ad bbrp yang belum bnr2 saya kerjakan secara konsisten, karena keterbatasan wkt dan lain sebagainya..
Namun saya juga akan truz berusaha agar selalu konsisten dalam melakukan indikator2 yg sdh saya tuliskan..

Dalam NHW#3, menyadarkan saya bahwa Allah menempatkan saya saat ini dg keluarga kecil saya dan lingkungkan saya saat ini memiliki maksud tersendiri..maksud2 yang Allah titipkan kpd saya saat ini menyadarkan saya agar terus belajar terutama ttg dalam pendidikan anak.. Semakin saya tahu ilmu ttg pendidikan anak & peran istri semakin membuat saya semakin merenung apakah saya sudah bnr dlm mendidik anak saat ini?? Apakah saya dapat menjadi ibu profesional kebanggaan keluarga terutama anak2 saya? Apakah saya sudah menjadi istri yg baik utk suami?
Banyak sekali ilmu2 yg belum saya ketahui dalam pendidikan anak..ilmu2 yg ingin saya tekuni dalam hal pendidikan anak yaitu:
1. Ilmu parenting
2. Ilmu memanaje waktu
3. Ilmu mengendalikan diri
4. Ilmu mendidik anak sesuai dengan fitrah
5. Ilmu menjadi istri yg sholehah

Ilmu2 tersebut akan saya pelajari step by step mulai dari 0, karena bnyk sekali hal yg blm saya ketahui ttg ilmu2 tersebut.. Target saya selama satu atau dua tahun ini, harus sudah memahami dan melakukan ilmu2 itu semua di atas.. Mdh2an saya diberi kelancaran dalam menjalankan itu semua..aamiin..

Lakukan..lakukan..lakukan..lakukan..

#NHW4
#MIIPBatch6
#Ibuprofesionalkebanggaankeluarga

Minggu, 19 Agustus 2018

Membangun Peradaban dari Dalam Rumah

36. Qonita, Serang-Banten

Surat Cinta untuk Suami ?? 
Saya dan suami bukan termasuk pasangan yang romantis sejak dulu. Ketika kemarin ditantang untuk menulis dan mengirimkan surat cinta untuk suami dari IIP, saya bingung untuk mengungkapkan apa?? Dengan bahasa yang menurut saya "pabalatak" hehehe..saya kirimkan itu surat cinta untuk suami dan jeng..jengngngng... suami tak merespon apa2.. hahahaha...
Ya sudahlahhh....yang penting hati kita tetap satu..asikkk...

Alhamdulillah di tahun ke 6 pernikahan kami, kami sudah dikaruniai dan dipercayai oleh untuk menjaga harta yang paling berharga, yaitu 2 jagoan yang sungguh luar biasa aktif dan insyaAllah Sholeh.
Anak pertama kami sudah berusia 5 tahun dan sudah duduk di bangku sekolah Kindergarten 2 (TK B). Dia merupakan anak yang aktif dan jika memiliki keinginan harus dipenuhi. Tetapi dia juga merupakan anak yang perasa. Jika mengerjakan sesuatu, dia termasuk anak yang rapih walaupun harus butuh waktu yang lama.
Anak kedua kami baru berusia 5 bulan dan sedang lucu-lucunya. Memang belum banyak terlihat potensi diri yang dimiliki olehnya, tetapi selama ini yang saya amati dia termasuk anak yang ramah, ini terlihat ketika orang-orang menyapa dia selalu tersenyum. Dia juga termasuk anak yang penyabar, ketika bundanya harus lebih mendahulukan kakaknya dia diam saja dan asik dengan dirinya sendiri. Anak kedua kami ini pun sama termasuk anak yang perasa, dia suka ikutan nangis ketika melihat kakaknya nangis.

Pengalaman saya kecil hingga beranjak dewasa mengajarkan banyak hal terutama dalam mendidik anak-anak. Saya dibesarkan dari orangtua yang bekerja di ranah publik, yang terkadang weekend pun mereka pakai untuk berorganisasi, sehingga inilah yang mengajarkan saya untuk tetap dapat membagi waktu dengan anak2 walaupun saya masih harus bekerja diranah publik, saya tidak ingin jika anak2 saya merasakan apa yang saya rasakan dahulu. Dalam keluarga, saya termasuk anak yang manja, ini mungkin saya merupakan anak satu2 nya perempuan, kakak dan adik saya laki-laki. Saya anak ke 2 dari 3 bersaudara. Sejak TK sampai dengan Diploma, saya tidak pernah jauh atau keluar dari lingkungan rumah. Sampai2 saya kuliah di Diploma dengan jurusan Kebidanan pun atas kehendak orangtua, padahal tidak ada sama sekali terbesit oleh saya untuk menjadi seorang bidan. Pada Semester 3, saya sempat berbicara keorangtua untuk berhenti dari kuliah dan ingin tes PT kembali untuk mengejar cita2 saya menjadi seorang dokter, namun segala cara ditempuh oleh orangtua saya untuk tetap mempertahankan saya untuk melanjutkan kuliah dikebidanan, hingga akhirnya saya lulus diploma dan saya mengambil sarjana dan magister kebidanan di Yogyakarta, dan sampai sekarang saya menjadi seorang dosen kebidanan. Orangtua pernah berkata "Walaupun kamu nanti tidak menjadi bidanpun, ilmu itu akan kamu pakai untuk merawat dan mendidik anak2mu kelak" dan memang benar itu saya rasakan saat ini, saya dapat memandikan anak saya dari pertama lahir sendiri tanpa bantuan orang lain, dan masih banyak hal lain. Saya belajar kemandirian pun ketika saya keluar dari zona aman saya saat kuliah di Yogyakarta, yang tadinya segala sesuatu kebutuhan sehari2 sudah ada yang menyiapkan tapi saat itu harus saya lakukan sendiri, hingga saya dapat belajar memasak.
Ketika dalam mengerjakan sesuatu, saya harus mencari mood yang pas dan mengkonsepnya terlebih dahulu, sehingga akhirnya saya berharap dapat menghasilkan pekerjaan yang rapih dan tidak memerlukan banyak koreksian.

Saya yakin Allah menempatkan saya saat ini dengan keluarga dan lingkungan sekitar bukan secara kebetulan, tetapi semua pasti ada artinya.
Saya dipertemukan oleh suami saya yang sekarangpun bukan karena kebetulan. Sifat kami yang saling bertolak belakang memiliki arti bahwa kami harus saling melengkapi. Saya termasuk kedalam orang yang manja dan suami saya yang mandiri. Saya termasuk kedalam orang yang segala sesuatunya harus difikirkan secara matang2 dan suami yang to the point. dan masih banyak hal lain yang kami bertolak belakang.
Saya juga yakin saya ditempatkan dilingkukan bermasyarakat saat ini pun ada artinya. Di tempat saya tinggal saat ini, rata-rata ibu memiliki profesi sebagai IRT, sehingga dari sini pun saya belajar untuk tetap berusaha mengawasi dan memperhatikan anak ketika saya harus bekerja diranah publik. Disinipun saya belajar untuk tetap bersosialisasi dengan tetangga walaupun sibuk bekerja, karena bagi saya tetangga adalah keluarga terdekat saat saya ada di rumah.

Saya akan terus berusaha dan belajar untun "membangun peradaban dari dalam rumah", karena dari keluarga lah kita dapat menciptakan generasi yang dapat sukses dunia kahirat.

Salam ibu profesinal kebanggaan keluarga.

#MIIPBatch6
#NHW3

Jumat, 17 Agustus 2018

Teruntuk Suamiku dan Ayah dari Anak2ku

04 Maret 2012...Waktu yang dipilih kita dan keluarga kita untuk mengikat janji suci kita d depan penghulu..
Saat itulah aku menyerahkan seluruh kehidupanku untuk mengabdikan diri sebagai istri untukmu suamiku..walaupun aku sadar aku belum memiliki bekal apapun untuk menjadi seorang istri yang sempurna untukmu.. Namun aku jg yakin dengan berjalannya waktu kamu mampu membimbing istrimu ini menjadi istri yg lebih baik lagi.. Aku juga memiliki keyakinan bahwa dirimu bisa menjadi IMAM yang baik untuk aku dan anak2 kita hingga engkau antarkan kami ke Surga-Nya..Aamiin..

Suamiku..
Maafkan istrimu ini yang sampai saat ini belum bisa menjadi istri yang sholehah untuk mu dan belum bisa menjadi ibu yang baik untuk anak2 kita karena msh bnyk keterbatasanku..

Suamiku..
Maafkan istrimu ini yang masih suka bawel dan marah2 kepadamu.. Karena aku ingin yang terbaik untuk keluarga kita..
Ini semua juga terkadang karena posisiku yang memang bnr2 sudah lelah dan ingin engkau bisa meringankan bebanku..

Suamiku..
Maafkan istrimu yang selalu ingin dimengerti tanpa aku harus mengungkapkannya kepadamu..

Suamiku..
Tapi aku berjanji..aku akan terus belajar demi menjadi seorang istri yang sholehah untukmu dan menjadi ibu yang baik untuk anak2 kita..
Aku juga berharap engkau dapat membimbing istrimu yang serba kekurangan ini menjadi lebih baik lagi karena tanpa bimbinganmu aku takut salah arah..

Suamiku..
Aku ingin..aku, kamu dan anak2 kita bisa bersama selamanya hingga maut memisahkan..
Dan kita bisa berkumpul kembali di Surga Nya..aamiin..

Terimakasih untuk segala yang kau berikan selama 6 tahun 5 bulan ini kepada aku dan anak2 kita..
Semoga lelahmu menjadi Lillah.. Aamiin..

Love U Suamiku dan Ayah dari anak2ku 😘😘